Sekolah Menengah Pertama dan Cimon

Semangat Pagi !!

Sekarang saya lanjutkan cerita saya, yang ini mengenai saat saya telah menginjak masa-masa SMP. Masa SMP buat saya adalah masa dimana saya mulai belajar dengan apa yang dinamakan ketertarikan saling individu lainnya, masa yang dipenuhi emosi, ya itulah masa remaja!

Puji Tuhan saya diterima di salah satu SMP terbaik di kota saya, saat ini saya telah berpindah ke sebuah kota kecil (lumayan lah sudah masuk kota) yang  bernama Ambarawa, sebuah kecamatan yang masih terletak di kabupaten Semarang. Saya bangga dapat diterima di sekolah saya yang bernama SLTP Pangudi Luhur.

Kelas I SMP benar-benar menjadi penyesuaian baru dalam kehidupan saya. Cara bergaul, menguasai pelajaran, dan yang pasti CINTA. Tapi pada saat itu saya masih belum memikirkan untuk yang nomor 3 itu. Hanya berusaha dapat mengikuti pelajaran yang ada. Hari pertama dalam Masa Orientasi Siswa (M.O.S), tak mungkin saya lupakan begitu saja. 10 orang dari kelasku termasuk saya dipanggil ke depan kelas, What’s! Ternyata kami mendapatkan hukuman! Oh Come on.. Rambut kami melebihi batas dan melanggar tata tertib sekolah, alhasil kami dikuncir seperti orang tidak jelas dan berdiri di depan kelas selama pelajaran Guru tadi. Malu coy!! hehe 🙂

Singkat cerita tibalah saat kenaikan kelas, jujur saya takut, karena nilai matematika saya memang jeblok banget. Tapi Puji Tuhan ternyata tetap naik kelas, hehe. Saya masih ingat waktu pertama kali saya masuk di kelas IA yang memang isinya orang-orang pandai semua, dan naik kelas ke kelas 2D yang isinya anak-anak dablek.

Tapi tidak masalah, disitu saya belajar apa artinya bergaul dengan siapa saja, dan merasakan bagaimana rasanya di bawah (lebay ya?hehe). Momen yang masih teringat jelas dalam ingatan saya ialah saat dihajar dan saat Valentine Day, hehe. Iya! Saya pernah dihajar sama anak kelas sebelah,alasannya naif karena saya tidak pernah mau memberikan “pajak” ke mereka, yah bagaimana mau memberi kalau uang saku saya juga pas-pas ah,hehe. Mungkin karena saking jengkelnya kepada saya yang tidak pernah menuruti kemauan mereka, waktu pagi-pagi saya tiba-tiba didatangi di kelas saya oleh segerombol orang, dan tiba-tiba.. buaaakk!! Meluncurlah bogem mentah ke pipi saya. Aduuhh!! Untung tidak kena pelipis, karena kalau kena pelipis bisa jadi sobek dan sakitnya minta ampun. Mereka marah-marah karena tidak pernah menuruti kemauan mereka, saya diamkan saja, akhirnya capek sendiri dan mereka berangsur-angsur meninggalkan saya.

Hati saya yang berdebar dengan keras akhirnya mulai mereda. But! Oh Damn! It’s Valentine Day!. Saya telah mempersiapkan sebuah kejutan kecil untuk wanita yang saya sukai saat itu. Bisa gagal nih gara-gara muka saya yang agak kacau. Niat sudah hilang, tapi hati tak mau menyerah yang membuat otak ini berputar mencari ide. Akhirnya dapat satu ide, meski terkesan pecundang yang penting misi tetap berjalan. Saya membuat surat sederhana yang berisi minta maaf karena tidak bisa menyerahkan langsung bingkisan ini karena suatu hal, dan lain-lain (ga perlu saya tulis detail kan,hehe.. sudah lupa juga). Saya hanya mampu memandangi dari balik jaring besi, kebetulan depan kelas saya adalah lapangan basket yang dikelilingi jaring besi. Setelah mata ini menangkap bahwa bingkisan itu sampai pada orangnya, langsung deh! Lariii masuk kelas,hahaha..

Ternyata teman saya yang tadi memberikan bingkisan tadi menyampaikan pesan dari Si Doi, bahwa aku disuruh kesana. Modar!! Cetarr Menggelegar!! Hahaha.. Mungkin kecepatan debaran jantung ini mirip dengan laju motornya Jorge Lorenzo (lebaaii lagii). Saya mantapkan keberanian saya untuk menghampirinya, dan ternyata dia di kelasnya (sepi gan, untung). Tapi hal itu belum mampu menenangkan dada saya. Akhirnya sepatah kalimat dari doi keluar juga “Kalau emang mau kasih, kamu dong yang pasangin”, langsung memerah wajah ini! Dan yaahh.. terpaksa saya pasangin deh. Tanpa ada kata jadian, hari itu pun tetap jadian juga, hahaha.

Tapi ternyata memang monyet! Eh cinta monyet, hubungannya tak berjalan lama, dan putus lah sudah. Secara memang komunikasi tidak pernah, jujur saya bingung pacaran itu kaya bagaimana,hehe.

Saat kelas 2 itu juga saya terpilih menjadi Team Utama Basket sekolah, keren kan  . Dan memang tim kami saat itu mendapatkan peringkat tertinggi, yaitu juara I se-Kabupaten Semarang. Sontak popularitas saya juga ikut naik, hehe (sombong ya). Dan namanya anak muda, popularitas itu saya gunakan untuk mencari CINTA. Memang sih tidak mendapatkan, tapi lumayan lah dapat gebetan teman sekelas dan yang paling mantap adalah gebetan saya yang sudah dekat juga yaitu Ketua OSIS, hahaha  (boleh percaya boleh tidak, hehe).

Tapi yang saya syukuri adalah saya memiliki teman-teman yang tidak membeda-bedakan saya dan sangat baik kepada saya. Sebenarnya itulah hadiah luar biasa dari Tuhan untuk saya. Hal yang tak terlupakan lainnya adalah saat istirahat, mau beli makanan di kantin selalu berebutan, dorong-dorongan, akhirnya setelah dapat 2 rolade dan 1 plastik es teh, eee.. plastiknya bocor,huh! Tapi semua itu memang melengkapi kenangan masa-masa SMP saya.

Dan singkat cerita akhirnya saya mendapat kelulusan dan melanjutkan SMA di Kota paling eksotik yaitu Yogyakarta. Mau tahu bagaimana cerita singkat saya sewaktu di SMA?

Next Artikel yaaa.. 🙂

Tetap Semangat! Sukses Selalu!

Warm’s Regard’s

Michael Wibowo

Foto diambil dari sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s